Home Info Lainnya Salah Kaprah Soal Ayam Geprek

Salah Kaprah Soal Ayam Geprek

0

Salah Kaprah Soal Ayam Geprek – Pengalaman pertamaku makan ayam geprek adalah saat baru menjejakkan kaki di Jogja. Tepatnya di tahun 2013, ketika seorang teman kos mengajakku makan ke tempat langganannya yang kebetulan tak jauh dari kosan. Tepatnya di area Condong Catur, dekat Pamella Enam. Saat pertama kali akan mencoba, sebenarnya agak takut. Karena saat itu, aku belum menyukai makanan pedas.

Akupun memesan ayam geprek dengan hanya menggunakan 2 cabe saja, lengkap dengan terong goreng. Sementara kawanku itu, menggunakan 7 cabe. Tak terlalu lama kami menunggu, pesanan pun datang. Dan sejak saat itu, aku jadi sangat menyukai ayam geprek sekaligus menjadi tidak takut lagi akan makanan pedas.

Sejak pergi meninggalkan Jogja …

Cukup sering aku merindukan untuk bisa makan ayam geprek itu lagi. Berkali-kali aku mencoba untuk membeli “ayam geprek” di tempatku tinggal sekarang, namun aku tak menemukan yang seenak langgananku di Jogja. Yaa, ini soal selera sih ya ..

Yang lucu adalah .. Saat beberapa kali aku coba untuk membeli ayam geprek, ternyata aku dibuat kecewa. Bukan, bukan karena rasanya tidak enak. Tapi ternyata, ayam geprek-nya itu nggak “digeprek” seperti yang seharusnya. Melainkan hanya ayam goreng yang diberi sambal diatasnya. Dan itu bukan sekali dua kali loh.

Emm, mohon maaf, itu sih bukan ayam geprek. Tapi ayam disambelin biasa ..

Ayam geprek nggak digeprekHal yang membuatku cukup kesal hingga memutuskan untuk membuat tulisan ini adalah, ternyata ada beberapa teman di facebook yang ternyata berjualan “ayam geprek” yang “nggak digeprek”. Hemm, sepertinya mereka harus belajar dan paham dulu arti “geprek” itu apa?

Kembali dulu ke Jogja. Kata “ayam geprek” itu sendiri sejatinya adalah brand franchise dari tempat makan yang aku sebut di awal tadi. Yang mana franchise ini sudah punya beberapa cabang di Jogja. Bahkan di area Condong Catur sendiri saja ada dua cabang, salah satunya berada di seberang kampus AMIKOM Jogja, dekat pasar Concat.

Menu yang disediakan sebenarnya adalah “ayam penyet”, hanya saja dengan sambal yang sedikit berbeda, sederhana, dan kita bisa memilih sendiri jumlah cabe yang kita inginkan. Entah apakah istilah “ayam geprek” ini sendiri sudah pernah ada sebelum franchise ini ada atau tidak, yang jelas ini adalah istilah “geprek” sendiri sebenarnya punya arti yaitu ayamnya dipukul (diulek) sampai bunyi “geprek”!

Artinya lagi, seharusnya ayam geprek itu diulek, dan dihancurkan untuk kemudian dicampur dengan sambalnya. Dan kamu tau? Cara penyajian seperti itu juga amat sangat berpengaruh pada rasa dari makanan itu sendiri. Jadi, jelas beda banget ya. Dan jangan samakan ayam yang dikasi toping sambel itu dengan ayam geprek. Karena rasanya jauh beda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here