Home Bali Pengalaman Naik Bus Safari Dharma Raya Dari Bali Ke Jakarta

Pengalaman Naik Bus Safari Dharma Raya Dari Bali Ke Jakarta

0

Pengalaman Naik Bus Safari Dharma Raya Dari Bali Ke Jakarta – Cerita ini adalah bagian pertama dari perjalanan panjang saya dari Denpasar-Bali menuju Metro-Lampung pulang pergi, melalui jalur darat menggunakan bus. Dan di bagian ini, saya akan lebih fokus menceritakan pengalaman sekaligus review saya saat menggunakan bus Safari Dharma Raya untuk berangkat dari Denpasar ke Jakarta.

Sebelum melanjutkan, saya ingin memberitahu bahwa tulisan ini akan memuat tips bagi kamu para calon penumpang, dan juga kritik serta saran bagi Safari Dharma Raya karena ada beberapa hal mengecewakan yang saya temui selama perjalanan tersebut. Tapi nggak 100% kecewa sih, karena justru lebih banyak positifnya. SILAKAN DIBACA SAMPAI HABIS SUPAYA NGGAK GAGAL PAHAM YA !!!

Dari Bali ke Jakarta Naik Bus OBL

Pergi dari Denpasar menuju ke Jakarta menggunakan jalur darat adalah perjalanan yang amat sangat panjang. Idealnya memang lebih praktis jika menggunakan transportasi udara alias naik pesawat saja. Dan biasanya sih ya saya memang lebih sering naik pesawat.

Setidaknya ada tiga hal yang menjadi alasan saya memilih untuk naik bus pada perjalanan kali ini. Yang pertama pastinya adalah soal biaya. Tau sendiri lah, belakangan ini harga tiket pesawat lagi nggak santai. Terlebih lagi kemarin ini saya juga membawa bagasi koper cukup besar karena saya berencana menginap di kota tujuan selama dua minggu. Yang mana kalau naik pesawat kelas ekonomi (selain Garuda Indonesia), pasti bakal kena biaya tambahan.

Alasan kedua adalah karena saya rindu merasakan perjalanan menggunakan bus. Iya, selama ini saya selalu menggunakan pesawat untuk bepergian keluar kota. Yang membuat jiwa membolang saya harus ditahan dulu karena perjalanannya yang amat singkat. Toh ini juga bukanlah trip singkat yang harus mengejar waktu. Sekaligus ingin menikmati jajanan-jajanan yang disediakan oleh para pedagang di Terminal, ataupun di Pelabuhan. Yang sensasinya akan terasa lebih greget kalau dinikmati selama perjalanan.

Alasan ketiga adalah karena saya ingin menuliskan pengalaman tersebut di blog ini, untuk kalian. Karena ternyata ada cukup banyak orang yang menanyakan hal ini kepada saya secara langsung. Biasanya, mereka yang bertanya tersebut adalah para backpackers, atau mereka yang takut naik pesawat.

Persiapan

Packing? Udah pasti dong. Yang bingung adalah mencari dan memesan tiket bus Safari Dharma Raya. Iya, di jaman serba digital seperti ini, ternyata saya tak bisa menemukan tiket bus ini dalam listing agen perjalanan digital seperti Traveloka, Tiket.com, Pegipegi, RedBus, dan lain sebagainya.

Padahal sekitar dua bulan sebelumnya, saya ingat betul bahwa tiket mereka bisa ditemukan dalam listing dari agen-agen yang saya sebutkan tadi. Tapi kok waktu saya cari lagi (akhir Januari 2020) malah hilang? Apa mungkin mereka punya alasan tersendiri? Misalnya supaya agen-agennya bisa tetap hidup? Hemm, bisa jadi. Yaudah lah, terpaksa saya cari tiket di agennya di Denpasar.

Harga tiket safari dharma raya dps jkt

Eh, belakangan saya baru tau loh, kalau ternyata pemesanan tiket bus ini bisa dilakukan via telepon. Dan nanti pembayarannya bisa dilakukan pada saat akan berangkat. Tapi buat lebih amannya sih mending langsung dateng ke agennya ya. Nanti akan saya sertakan alamat agen bus Safari Dharma Raya untuk area Bali (Denpasar, Gianyar, Kuta, Negara, Tabanan, Singaraja, Seririt, Gilimanuk), lengkap dengan nomor teleponnya.

By the way, kenapa sih kok saya sampai rela ribet begitu? Padahal kan banyak bus lain yang pemesanan tiketnya lebih gampang? Alasannya adalah karena berkaca dari pengalaman saya beberapa tahun lalu menaiki bus ini saat berangkat dari Denpasar menuju Yogyakarta bersama seorang teman yang takut naik pesawat. Saya jadi tau bahwa bus ini tuh bisa cepat tapi nggak ugal-ugalan. Jadi saya merasa lebih safety saat naik bus Safari Dharma Raya.

Keberangkatan & Perjalanan

Untuk area Denpasar, titik keberangkatan ada dua. Yang pertama adalah di Pool Safari Dharma Raya, dan yang kedua adalah di Terminal Mengwi. Karena lokasinya lebih dekat dengan kota Denpasar, maka saya memilih untuk berangkat dari Pool. Tepatnya tak jauh dari Lapangan “Buyung” (Lapangan Kompyang Sujana) di Jalan Gunung Agung. Manfaatkan Google Maps kalau bingung.

Kalau mau berangkat dari sini, kata yang jual tiket sih kita mesti udah di tekape mulai jam 12 siang, terutama bagi yang belum memegang tiket (hanya memesan via telepon). Karena nanti, tiketnya akan diberikan di tekape. Buat kamu yang sudah bayar dan pegang tiket, mending datengnya sekitar jam setengah 1 siang deh. Karena nanti bus akan mulai bergerak sekitar jam 1 siang. Itupun agak ngaret sedikit.

Pool atau garasi mereka di Denpasar ternyata terbagi menjadi dua lagi. Yang pertama (dan lebih besar) adalah garasi untuk keberangkatan menuju Jawa Tengah, dan yang kedua adalah garasi untuk keberangkatan menuju Jakarta. Lokasinya nggak berjauhan kok. Jangan malu bertanya untuk memastikan bahwa kalian sudah berada di pool yang benar.

Garasi Safari Dharma Raya Denpasar Jakarta

Nah, garasi untuk bus yang berangkat menuju Jakarta ini terbilang sangat tidak nyaman terutama jika cuaca sedang panas. Makanya bagi kamu yang sudah memegang tiket, datengnya jam setengah 1 aja deh. Atau, sekalian aja menunggu di Terminal Mengwi karena jauh lebih nyaman.

Bus yang saya tumpangi mulai bergerak sekitar jam 1 lebih 15 menit menuju Terminal Mengwi. Dari Terminal Mengwi, bus akan menunggu lagi dan mulai berangkat tepat jam 2.30 siang (WITA). Jadi buat kamu yang mau berangkat dari Terminal Mengwi, sebaiknya sudah di lokasi paling lambat jam 2 siang ya. Karena pastinya kalian akan butuh waktu untuk memasukkan barang di bagasi.

Terminal keberangkatan bus di Bali

Kesan yang saya rasakan ketika melihat fisik bus dari luar adalah desain bus yang mulai ketinggalan jaman. Sepertinya Safari Dharma Raya sangat perlu untuk melakukan peremajaan bagi armada bus nya. Oke, mungkin yang lebih penting adalah soal safety dan kenyamanan. Akan tetapi, harus diakui bukan, kalau sebagian besar orang akan memandang dari fisik luarnya terlebih dahulu? Sehingga peremajaan armada akan menjaga kesan positif bagi salah satu perusahaan otobis tertua di Indonesia ini.

Bagian interiornya pun semakin menguatkan bahwa ia memang butuh peremajaan. Kursi penumpang dari bus yang saya naiki nampak kurang bersih. Terlebih karena bahannya yang terbuat dari semacam kain, yang mana akan cukup sulit untuk dibersihkan. Plus, ada beberapa hal yang cukup mengganggu yang saya temukan, namun tak bisa saya sebutkan di tulisan ini.

Tapi komplain mengenai hal yang tak saya sebutkan tersebut sudah saya sampaikan secara personal kok saat tiba di Pool Jakarta. Dan SUDAH DIATASI pada perjalanan saya selanjutnya (perjalanan balik Jakarta-Denpasar) karena kebetulan saya menaiki bus yang benar-benar sama.

Nah kalau misal nanti sudah dilakukan peremajaan, sekalian aja tuh bikin campaign buat menarik kembali minat konsumen. Saya siap kok buat bikinin konsep untuk menjalankan campaign digital marketingnya 😉 #SelaluAdaCelah 😆.

Keluhan di bus Safari Dharma Raya

Saat saya bertanya pada salah satu sopir soal berapa lama waktu tempuh yang dibutuhkan untuk perjalanan dari Denpasar menuju ke Jakarta Selatan (Pool Safari Dharma Raya di daerah Kebayoran Lama), sang sopir bilang tak bisa memastikan. Tapi lanjutnya, paling cepat biasanya 24 jam, kalau tak ada hambatan berarti.

Hal ini cukup membuat saya lega, karena besoknya saya harus melanjutkan kembali perjalanan menuju ke Kota Metro Lampung menggunakan bus Damri yang berangkat jam 7 malam (WIB). Namun sepanjang perjalanan, seorang penumpang sempat membuat saya was-was ketika ia bercerita mengenai perjalanannya dari Jakarta menuju Denpasar yang kabarnya memakan waktu lebih dari 36 jam, menggunakan bus Safari Dharma Raya.

Yang mana hal itu kemudian saya cari tau sendiri kebenarannya ketika perjalanan kembali dari Jakarta ke Denpasar yang ceritanya sudah saya posting pada halaman yang ini.

Cukup banyak kursi yang kosong ketika bus mulai berangkat. Terbilang tak sampai separuh dari total sekitar 32 kursi yang diisi oleh penumpang. Kotak snack berisi roti, air mineral, dan juga 2 permen kopiko, sudah mulai dibagikan segera setelah meninggalkan Terminal. Belum lama perjalanan dimulai, saya yang bersandar dekat jendela kemudian mencium aroma semriwing yang cukup mengganggu. Ketika menengok sedikit ke belakang, ternyata …

Kelakuan penumpang bus

Hemm pantesan aja 😑. Emang dasar kelakuan. Buat kalian yang baca tulisan ini, mohon kelakuan macam ini dibuang jauh-jauh ya. Karena selain jorok, hal ini juga akan mengganggu kenyamanan penumpang lainnya.

Padahal kalau menurutku, ruang kaki yang disediakan di bus ini tergolong lega pakai banget kok. Space nya lumayan jauh, dan bisa dipakai buat selonjorin kaki.

Pengalaman naik Safari Dharma Raya

Hambatan pertama dalam perjalanan sudah kami hadapi di dekat pantai, tak jauh dari perbatasan Tabanan. Kecelakaan truk itu membuat lalu lintas macet total dan kami harus tertahan sekitar 30 menit. Cukup untuk membuat saya waswas mengingat saya juga harus mengejar waktu keberangkatan bus selanjutnya.

Sesampainya di Gilimanuk, bus berhenti di agen dekat pelabuhan untuk mengangkut penumpang yang berangkat dari Singaraja, serta memuat beberapa kotak yang sepertinya adalah paket titipan. Perilaku seperti ini (mengangkut paket dan penumpang di agen yang menjadi titik keberangkatan) nantinya juga akan kita temukan sepanjang perjalanan.

Keberangkatan bus Safari Dharma Raya di Gilimanuk

Bus mulai masuk ke kapal sekitar pukul 5.50 WITA. Sehingga waktu yang dibutuhkan dari Terminal Mengwi menuju Pelabuhan Gilimanuk sampai masuk ke kapal adalah sekitar 3 jam lebih 20 menit. Sudah termasuk hambatan macet di tengah perjalanan. Tapi kalau dihitung keberangkatan dari Pool di Denpasar, totalnya ya jadi 4 jam lebih 35 menit.

Pelabuhan Gilimanuk Bali

AC dalam bus ini tergolong pas. Dingin tapi nggak bikin kedinginan banget. Disini juga terdapat beberapa colokan listrik untuk charging hape yang terletak di bagasi kabin (diatas kepala), dan hanya aktif pada saat siang hari. Karena kata sopirnya, malam harinya itu listriknya fokus digunakan untuk lampu bus supaya penerangan bisa optimal.

Selama perjalanan ini, kita akan mendapatkan jatah makan sebanyak 3 kali. Jatah makan pertama akan kita dapatkan saat tiba di kawasan Pasir Putih, Situbondo. Tepatnya di rumah makan Puritama. Yang memang menjadi lokasi persinggahan populer yang dipilih oleh berbagai perusahaan bus. Kami sampai di tekape sekitar jam 9 malam WIB.

Dan yak, menu yang disediakan secara prasmanan sudah disiapkan untuk masing-masing perusahaan bus. Soal rasa? Yaaaa, oke lah kalau untuk sekadar ingin mengisi perut. Kita bisa mengambil menu makanan sesuai porsi, kecuali ayam goreng yang hanya dijatah satu potong per orang. Yaiyalah, kalo nggak begitu mah yang antrean belakang bisa nggak kebagian 😅.

Jatah satu potong ayam per orang ini bukan cuma berlaku disini aja sih. Karena di dua restoran persinggahan selanjutnya, kebijakan yang sama juga diberlakukan.

Perjalanan dilanjutkan sampai keesokan paginya. Perjalanan di wilayah Jawa Timur sampai Jawa Tengah terbilang memakan waktu yang cukup lama. Karena selain jalan yang berliku dan juga cukup padat, ada banyak sekali truk pengangkut barang yang seringkali memperlambat laju bus.

Hal ini cukup membuat saya pesimis untuk dapat mengejar waktu keberangkatan bus Damri di Gambir. Karena ketika sudah sekitar jam 5.40 pagi, bus kami baru sampai di kawasan Batang, Jawa Tengah. Di sana, kami mampir ke Rumah Makan Sendang Wungu untuk mendapat jatah sarapan.

Jatah makan bus Safari Denpasar Jakarta

Perjalanan dilanjutkan kembali setelah sekitar setengah jam singgah. Nah dari sini, bus kemudian masuk ke jalan berbayar alias jalan tol, yang terus terhubung sampai Bekasi. Dikala bus lain berpacu dengan kecepatan, bus yang saya tumpangi nampak membatasi kecepatan di angka maksimal 100km/jam, berdasarkan info kecepatan dari Google Maps.

Memang sih, agak kesal rasanya saat bus kami beberapa kali disalip oleh bus dan kendaraan lain yang lebih cepat. Dan sepertinya memang bukan karena tak mampu lebih cepat, karena putaran mesin bus ini juga seperti dibatasi dan belum di “gas pol”, sehingga seharusnya masih sanggup untuk dipacu lebih cepat lagi. Ya mungkin alasan utamanya sih untuk mempertimbangkan soal safety. Toh di jalan tol tersebut juga terdapat rambu batas kecepatan maksimalnya adalah 100km/jam.

Jatah makan ketiga kami dapatkan saat tiba di Tol Cipali km 101 pada sekitar jam 10 pagi WIB. Kami singgah di rumah makan Taman Sari yang berdiri di kawasan rest area tersebut. Diantara rumah makan lain yang kami singgahi sebelumnya, menurut saya tempat inilah yang menyajikan makanan paling enak, dengan ayam yang tidak alot.

Rest area makan siang bus Safari Bali Jakarta

Dari sini saya kembali optimis bahwa saya akan bisa mengejar jadwal keberangkatan bus Damri yang sudah saya pesan untuk melanjutkan perjalanan nanti. Perjalanan yang sangat lancar kemudian harus kembali menemui hambatan saat memasuki kawasan Bekasi. Dimana lalu lintas yang padat tidak bisa dilalui dengan mulus.

Kota Jakarta menyambut kami dengan hujan yang cukup bikin melow. Beberapa penumpang sudah mulai turun sebelum kami benar-benar sampai di Pool. Dan setelah melalui lalu lintas super padat di kawasan Bekasi dan Jakarta, akhirnya kami pun sampai di Pool Safari Dharma Raya di daerah Kebayoran Lama sekitar jam 1 siang WIB.

Sehingga, waktu tempuh yang dibutuhkan dari Bali (Terminal Mengwi) menuju ke Jakarta (Kebayoran Lama) menaiki bus ini adalah kurang dari 24 jam. Dan iya, itu adalah skenario tercepat ya. Kalau ada hambatan, tentu akan lebih lama. Dan kalau naik bus yang lain, bisa jadi waktu tempuhnya akan berbeda juga. Karena bisa saja mereka menempuh rute dan juga persinggahan yang berbeda.

Tambahan

Oleh karena saya berencana untuk langsung melanjutkan perjalanan ke Metro pada hari itu juga, saya tentu harus bergerak menuju ke Stasiun Gambir. Awalnya sih, saya sudah akan menggunakan jasa ojek online untuk menuju kesana. Namun sesaat sebelum sampai di Pool, saya baru tau kalau ternyata Safari Dharma Raya menyediakan transportasi dalam kota Jakarta yang bisa kita dapat secara gratis alias tanpa biaya tambahan. Sehingga, saya pun memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menuju ke Gambir.

Service pengantaran dalam kota Jakarta Safari Dharma Raya

Tapi, mobil yang digunakan sih seadanya ya. Nggak masalah sih, toh gratis ini. Yang penting, tiket bus yang kita naiki tadi jangan dibuang. Karena nanti sang sopir akan meminta potongan tiketnya sebagai bukti perjalanan.

Nah, itulah pengalaman perjalanan dari Bali ke Jakarta naik bus Safari Dharma Raya yang saya lakukan pada akhir Januari 2020 lalu. Semoga bisa bermanfaat buat kalian yang ingin melakukan perjalanan serupa ya. Selanjutnya, saya akan update soal cerita perjalanan lanjutan saya menuju ke kota Metro, perjalanan balik ke Bali yang ternyata memakan waktu jauh lebih lama, serta rangkuman dari keseluruhan cerita perjalanan tersebut.

Berikut adalah alamat agen bus Safari Dharma Raya di penjuru Bali, lengkap dengan nomor telepon nya (update Februari 2020):

Denpasar

  • Jl. Raya Puputan No. 2 -3 📞 0361-231206
  • Ruko Diponegoro Indah No. 110 📞 0361-236401
  • Terminal Ubung Loket 1, Jl. Cokroaminoto 📞 085100410968
  • Jl. Diponegoro No. 36 📞 0365-226109
  • Hotel Chandra, Jl. Diponegoro No. 114 📞 0361-262021
  • Jl. Gunung Agung No. 158 📞 0361-423447
  • Jl. Diponegoro No. 62 📞 082236281586

Gianyar

  • Jl. Gunung Agung No. 52X 📞 0361-945155 0361-8052139

Kuta

  • Jl. Raya Kuta No. 115 📞 0361-751385
  • Jl. Legian No. 39 📞 0361-751875

Negara

  • Jl. Ahmad Yani No. 11 📞 0365-40400

Tabanan

  • Terminal Persiapan Tabanan No. 4 📞 085100430983
  • Ruang Tunggu Terminal Persiapan Tabanan 📞 082236338001

Singaraja

  • Jl. Serma Karma 📞 0362-3302684
  • Terminal Seririt , Jl. Udayana 📞 0362-92720
  • Jl. Raya Pelabuhan Celukan Bawang 📞 087863251726 👉 0822237770107
  • Jl. Gajah Mada 113 📞 0362-21569
  • Terminal Banyuasri 📞 0362-29282
  • Jl. A. Yani No. 90 📞 0362-22696
  • Jl. Ngurah Rai No. 19 📞 0362-21080

Seririt

  • Jl. Raya Lovina 📞 0362-41601
  • Jl. Raya Lovina 📞 0362-41578
  • Jl. Sudirman No. 15 📞 0362-92992

Gilimanuk

  • Jl. Raya Gilimanuk KM 1 📞 085238312030

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here