Home Info Lainnya Peran Digital Marketing Dalam Mendongkrak Bisnis UKM

Peran Digital Marketing Dalam Mendongkrak Bisnis UKM

2

Peran Digital Marketing Dalam Mendongkrak Bisnis UKM – Jutaan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan banyak uang dalam sehari. Tetapi ini bukan iklan yang sedang viral itu. Ini adalah bahasan soal bagaimana digital marketing dapat membuat hidupmu jadi lebih mudah dalam membangun bisnis, khususnya di skala UKM.

WOW!

Sebelum melanjutkan, saya ingin meluruskan terlebih dahulu bahwa istilah “digital marketing” tidak selalu merujuk pada “jualan online”. Dan iya, teknik digital marketing itu dapat diterapkan nyaris oleh siapapun, termasuk pelaku usaha kecil. Di bahasan ini saya akan sedikit sharing pengalaman, yaitu tentang bagaimana menerapkan konsep digital marketing dalam dunia usaha kecil, serta membuang mindset yang kurang tepat dalam berbisnis.

Masalah Yang Biasa Dihadapi Oleh Pelaku UKM

Agar inti pembahasan dapat tersampaikan dengan baik, ada baiknya kita memulai dari mencari tau inti permasalahannya. Secara umum, setidaknya ada tiga masalah utama yang sering dihadapi oleh para pegiat UKM. Diantaranya adalah:

  • Kalah bersaing karena harga dianggap terlalu mahal
  • Punya barang bagus, tapi tidak laku di pasaran
  • Lokasi kurang strategis

Beberapa orang mungkin sudah coba untuk beriklan secara online di social media. Namun hasil yang didapat ternyata tidaklah jauh berbeda. Ada pula yang kemudian mencoba untuk berjualan di marketplace. Tapi yang terjadi malah perang harga. Sehingga hasil yang didapat pun jadi terasa kurang maksimal. Karena kalah bersaing dengan pedagang lain yang berani memasang harga lebih murah.

Memainkan harga memang menjadi solusi termudah yang akan dipilih untuk dapat menarik konsumen. Akan tetapi hanya mereka yang punya cukup modal yang bisa survive dengan perang harga seperti ini. Sedangkan pedagang dengan modal kecil yang ikut memaksakan diri hanya akan mendapat lelah, tanpa profit yang memuaskan.

Saya tidak menyebut bahwa berjualan di marketplace adalah keputusan yang salah. Karena harus diakui, disanalah tempat dimana ada banyak sekali konsumen yang siap membelanjakan uangnya. Namun jika nyatanya anda terus menghadapi masalah-masalah yang saya sebutkan tadi, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah memperbaiki mindset anda.

Manfaat digital marketing untuk UKM

Strategi perang harga adalah mindset untuk mereka yang murni berjualan. Sedangkan dalam berbisnis, kita harus memikirkan sesuatu yang lebih daripada itu. Bukan hanya memikirkan soal bagaimana membuat konsumen membeli apa yang kita tawarkan, tapi juga memikirkan soal kelangsungan dan perkembangan usaha yang kita jalankan.

Oke, misalnya begini. Dengan memangkas keuntungan demi perang harga, kita bisa melakukan lebih banyak penjualan. Tapi dari sekian banyak penjualan itu, apakah ia mendatangkan keuntungan yang pantas? Apakah keuntungan itu bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan bisnis? Atau jangan-jangan, keuntungannya hanya cukup untuk bertahan hidup saja?

Kalau memang demikian, buat apa capek-capek meladeni lebih banyak konsumen kalau hasilnya tetap segitu-gitu aja? Ya kalau misalnya barang yang kita tawarkan itu merupakan produk komoditas, maka opsi strategi marketingnya bakal lebih terbatas. Walau bukan berarti kita hanya bisa pasrah begitu saja.

Solusinya?

Setidaknya, ada dua jenis konsumen yang umumnya kita temui. Yaitu (1) konsumen yang membeli berdasarkan harga, atau (2) konsumen yang membeli berdasarkan value. Konsumen tipe pertama adalah yang paling sering kita temui. Biasanya perilaku tersebut didasari karena mereka belum benar-benar mengenal betul produk yang ingin mereka beli, atau bisa jadi memang hanya punya budget terbatas.

Nah tugas kita adalah membuat atau mengubah konsumen tipe pertama tadi, menjadi konsumen tipe kedua. Kenapa? Karena konsumen yang sudah paham akan value dari sebuah produk, biasanya cenderung tidak rewel soal harga.

Kita ambil contoh misalnya mobil sport Ferrari. Kenapa masih ada orang yang mau membeli mobil super mahal tersebut? Padahal diluaran sana ada banyak sekali mobil lain yang harganya jauh lebih murah. Jawabannya adalah, karena mereka sudah tau bahwa value dari mobil tersebut sangatlah jauh jika dibandingkan dengan mobil sejuta umat. Kecepatannya, kemewahannya, hingga sensasi ketika mengendarainya akan sangat berbeda. Nah saat mereka sudah tau value dari sebuah produk, barulah akan menyusul pertanyaan tentang “berapa harganya?”.

Walaupun jelas hanya segelintir orang saja yang mampu membeli mobil mahal tersebut, namun setidaknya orang bakal memiliki keinginan untuk membeli dan berkata: “Wah, nabung dulu deh!”.

Contoh lain yang lebih realistis adalah soal memilih maskapai penerbangan ketika bepergian. Kita semua tau bahwa maskapai Garuda Indonesia itu harga tiketnya lebih mahal daripada maskapai penerbangan lain. Tapi kenapa masih banyak yang berminat? Sekali lagi, jawabannya adalah karena mereka sudah tau value yang diberikan oleh maskapai Garuda Indonesia.

Membuat customer tertarik untuk membeli

Jadi, yang harus kita lakukan untuk dapat terlepas dari persaingan harga adalah dengan memberikan produk atau jasa yang memiliki value yang lebih baik. Dengan asumsi bahwa usaha yang sedang anda jalankan saat ini adalah jasa atau produk buatan sendiri.

Lalu, bagaimana jika kita punya produk yang lebih bagus dibandingkan dengan kompetitor namun tetap tidak laku? Dalam tahap ini, yang harus kita perbaiki adalah soal edukasi produk.

Anggaplah anda adalah produsen tas ransel dan tas selempang, dan menjualnya bersama dengan puluhan penjual tas lainnya. Disaat tas selempang lain dijual dengan harga sekitar 200 ribuan, anda berani membanderol karya anda dengan harga 400 ribuan. Apa yang konsumen katakan ketika tau harganya? Hampir pasti mereka akan bertanya: “Kok mahal?”. Atau bisa juga berkata “Lebih murah di sebelah dong? Cuma 200 ribuan.”.

Ketika mereka mempermasalahkan soal harga, maka sampaikan soal apa yang menjadi poin lebih dari produk anda. Misalnya, jelaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan lebih berkualitas serta memiliki jahitan yang lebih rapih. Sehingga akan membuatnya lebih awet. Plus, desainnya pun lebih good looking.

Jika edukasi produk sudah tersampaikan dengan baik, biasanya permasalahan soal harga bakal perlahan dilupakan. Dan kalaupun mereka tidak jadi membeli, yakinlah bahwa ada kemungkinan ia bakal datang lagi di lain waktu untuk mencoba. Nah, teknik marketing seperti inilah yang kemudian bisa kita bawa ke ranah digital!

Digital Marketing Membuat Edukasi Produk Jadi Lebih Mudah

Di tahap ini kita sudah akan menggunakan teknik digital marketing. Tujuan utama dari teknik ini adalah untuk membuat konsumen paham akan value dari produk kita, bahkan sebelum konsumen bertanya soal harga. Agar semuanya berjalan dengan baik, pastikan bahwa anda sudah memahami target pasar yang anda bidik.

Misalnya, siapa yang kira-kira akan membutuhkannya? Apa yang kira-kira menjadi pertimbangan mereka untuk membeli? Hal ini menjadi penting agar harga bukan lagi menjadi masalah utama. Kemudian, penuhi apa yang menjadi harapan mereka dan pelajari bagaimana perilaku dari target tersebut.

Mempelajari perilaku disini tujuannya adalah untuk mempermudah kita dalam mendatangkan konsumen yang belum aware akan keberadaan bisnis kita. Dalam contoh kasus tas ransel atau tas selempang, yang menjadi target pasar adalah orang yang sering membawa banyak barang saat bepergian.

Bagaimana biasanya perilaku orang yang biasa menggunakan tas selempang? Atau, kenapa mereka membutuhkannya? Yang paling umum adalah agar mereka lebih mudah membawa berbagai barang penting bawaannya. Misalnya agar lebih mudah membawa lebih dari satu gadget, lengkap dengan powerbank nya.

Maka, teknik digital marketing yang bisa anda lakukan agar mereka merasa butuh produk buatan anda adalah dengan cara membuat sebuat topik di internet yang berhubungan dengan “bepergian” dan “bebas ribet”.

Membuat topik yang saya maksud disini adalah dengan menggunakan blog. Kita bisa meminta (dan tentu memberikan imbalan yang pantas) seorang atau beberapa blogger untuk membuatkan tulisan tentang topik tersebut di blog miliknya. Dengan skema yang kurang lebih seperti ini:

Memanfaatkan digital marketing untuk ukm

Anda tidak harus memiliki website untuk dapat menjalankan strategi tersebut. Namun jika punya, jelas bakal lebih baik. Karena selain dapat menjabarkan keunggulan dari produk dan jasa yang anda tawarkan, memiliki website akan membuat unit bisnis kita terkesan lebih profesional. Sekaligus juga untuk membuat brand yang kita bawa menjadi lebih mudah populer.

Dengan cara tersebut, kita jadi terbantu karena kita tak perlu repot-repot lagi menjelaskan ke konsumen tentang value dari produk kita. Karena mereka yang datang bisa dipastikan sudah paham soal value dari produk yang ditawarkan. Sehingga tidak akan mempermasalahkan soal harga.

Manfaat memiliki website bagi ukm
Icons by Freepik.com & Icon-icons.com

Tak hanya memudahkan soal edukasi produk. Digital marketing juga bisa sangat bermanfaat untuk mendobrak halangan dari sisi lokasi, jika ternyata lokasi berjualan anda kurang strategis. Karena dengan cara ini, calon konsumen bisa tau lokasi usaha anda bahkan sebelum ia pernah menjejakkan kaki di area sekitaran lokasi usaha.

Iya, digital marketing dapat memperbesar peluang bagi anda untuk mendapatkan lebih banyak konsumen baru. Karena kita bisa “menjemput bola” agar calon konsumen yang tadinya sama sekali merasa tidak butuh atau tidak mengetahui keberadaan kita, menjadi tau dan bahkan hingga tertarik untuk membeli produk kita. Dengan skema ilustrasi  strategi seperti ini: Digital marketing untuk ukm

Menciptakan Loyal Customer

Nilai lebih dari memiliki sebuah website adalah kita dapat membuat brand produk kita menjadi lebih “stand out” jika dibandingkan dengan produk lain di pasaran. Bahkan jika kita memasukkannya dalam listing di marketplace sekalipun.

Kenapa? Sebuah brand produk yang memiliki website akan dianggap lebih “serius” atau tidak main-main dalam membuat produknya. Alam bawah sadar dalam diri konsumen akan beranggapan bahwa kalau si pembuat produk sampai mempunyai website, berarti mereka siap untuk menjaga nama besar produknya. Dan secara tidak langsung juga menunjukkan rasa percaya diri dari produsen akan kualitas dari produknya.

Selain membuat brand terkesan lebih “serius”, edukasi soal value produk yang dicantumkan pada website akan membangkitkan kesadaran konsumen. Membuat mereka merasa bahwa produk anda memiliki pesonanya sendiri. Sehingga, brand dari produk tersebut akan lebih mudah diingat oleh calon konsumen. Dengan demikian, mereka akan lebih condong untuk memilih produk kita jika ia menemukannya ditengah banyaknya produk lain yang belum dikenalnya di pasaran.

Kesadaran yang sudah tercipta tersebut perlahan bakal membuat konsumen lebih menyukai produk setelah ia mencoba dan membuktikannya sendiri. Konsumen seperti ini bakal berpotensi menjadi loyal customer yang akan kembali membeli produk anda. Karena gambaran tentang “produk berkualitas” sudah tertanam dan diakui dalam benak konsumen.

Ditambah lagi, keberadaan website akan memudahkan konsumen untuk merekomendasikan produk anda pada rekan-rekannya yang lain. Karena ia dapat berfungsi layaknya katalog online.

Fungsi website bagi UKM

Sulitkah Membuat Website?

Berdasarkan pengamatan saya, mulai dari step inilah para pelaku usaha kecil enggan untuk mencoba. Karena mereka beranggapan bahwa memiliki sebuah website pasti akan ribet dan memakan biaya yang amat mahal. Padahal, itu tak sepenuhnya benar.

Biaya yang dibutuhkan untuk membangun sebuah website sebenarnya hanya terasa besar di awal saja. Antara lain adalah untuk jasa pembuatan website, domain, dan hosting. Setelahnya, kita hanya perlu membayar sewa hosting dan domain serta biaya maintenance (yang mungkin bakal dikenakan oleh si pembuat website) yang dibayarkan per tahun. Mau yang lebih murah lagi?

Anda bisa belajar cara membuat website yang tutorialnya sudah banyak bertebaran di internet. Kabar baiknya, anda tak harus paham soal coding kok! Anda bahkan hanya perlu membeli template (biasanya dibawah 300 ribu, sekali bayar) serta domain untuk sebuah “website” sederhana di platform Blogspot.

Domain disini maksudnya adalah Top Level Domain yang bakal menjadi alamat bagi website anda. Contohnya adalah blog ini yang menggunakan domain .com dengan alamat hayuklah.com. Domain tersebut bisa didapatkan di situs penyedia domain, seperti misalnya di www.domainesia.com/domain.

Atau, jika anda ingin punya website dengan fitur lebih lengkap serta tampilan yang lebih profesional, anda bisa menggunakan platform WordPress self host. Siapkan saja biaya sekitar satu juta rupiah untuk membeli sebuah theme WordPress (sekali bayar), plus biaya hosting dan domain. Skema untuk memulainya adalah seperti ini:

Langkah simple membuat website

Sekali lagi, biaya yang dikeluarkan hanya akan terasa besar di awal saja. Karena selanjutnya, kita hanya perlu membayar biaya sewa hosting dan domain per tahun. Biayanya akan terasa lebih ringan jika kita menggunakan paket web hosting murah seperti yang ditawarkan oleh Domainesia. Berbagai fitur yang memudahkan termasuk fitur Auto Installer juga sudah disediakan disana. Yang memungkinkan kita untuk mulai membuat website hanya dengan beberapa klik saja.

Tips Sederhana Bagi Pemilik Website Pemula

Sebenarnya, ada beberapa hal yang mesti dipikirkan dan direncanakan terlebih dahulu sebelum anda mulai membuat atau membangun sebuah website. Yang tujuannya adalah agar website dapat dimanfaatkan dengan segera, serta fungsinya dapat dioptimalkan. Bagi pemilik usaha, website biasa dijadikan untuk menampilkan profil perusahaan. Sehingga yang perlu anda siapkan adalah:

  • Theme (tampilan / tema website) yang mendukung untuk website “company profile”.
  • Foto sebagai portfolio. Biasanya diisi dengan foto produk, atau dokumentasi aktifitas usaha. Dalam hal ini, sebaiknya anda sudah paham soal “resize image” (mengubah / memperkecil ukuran “pixel” foto) untuk disesuaikan dengan web.
  • Keterangan. Meliputi beberapa informasi mengenai bisnis anda. Termasuk latar belakang perusahaan (misalnya, bidang usaha apa yang digeluti), produk atau jasa apa saja yang ditawarkan, keterangan kontak dan lokasi, hingga mungkin visi dan misi perusahaan. Kesemuanya itu biasanya akan dimuat secara terpisah di masing-masing halaman web.

Adapun beberapa hal pendukung lain yang sebaiknya juga turut dipikirkan adalah konten blog kedepannya. Konten blog disini maksudnya adalah sebuah konten yang di dominasi oleh tulisan, seperti yang sedang anda baca di blog ini. Anda tak perlu membuat terlalu banyak konten.

Yang penting adalah, buatlah konten menarik yang berhubungan dengan usaha yang anda jalankan untuk menarik calon konsumen. Namun jika anda merasa tak sanggup, tidak dilaksanakan pun tidak masalah. Karena anda bisa meminta seorang atau beberapa blogger untuk membuat sebuah topik di blog miliknya, dan nantinya merujuk ke website anda.

Siap Untuk Memulai?

Contoh teknik digital marketing yang saya jelaskan diatas sudah pernah saya praktekkan sendiri saat masih berkecimpung dalam dunia bisnis produk camilan, dan masih saya gunakan hingga saat ini. Anda yang bergelut di bidang lain pun juga dapat menerapkan cara-cara tersebut.

Memiliki sebuah website memang bukanlah sebuah keharusan untuk dapat mempraktekkannya. Namun sekali lagi, akan lebih baik jika kita memilikinya.

Saya harap tulisan ini dapat membuat para pegiat UKM tersadar akan pentingnya digital marketing dalam memajukan bisnisnya. Terlebih lagi, sekarang ini kita hidup di era internet. Tak harus menunggu besar untuk bisa memulainya. Karena justru, kita harus memulai untuk menjadi besar.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here