Home Info Lainnya Mengatasi Mata Kering Saat Traveling Bermotor Dengan Insto Dry Eyes

Mengatasi Mata Kering Saat Traveling Bermotor Dengan Insto Dry Eyes

0

Mengatasi Mata Kering Saat Traveling Bermotor Dengan Insto Dry Eyes – Jangankan AC, berada di dekat kipas angin saja bisa membuat mataku terasa cepat lelah. Kalaupun terpaksa untuk masuk ke ruangan ber-AC, biasanya aku akan memilih spot yang berjauhan dengan sumber pendingin itu demi menghindari resiko mata kering yang menjadi penyebab utama kelelahan pada mataku.

Biasanya aku menganggap ini hanyalah perkara sepele. Namun momen liburan di Bali bersama dengan tiga orang teman membuatku sadar bahwa gejala mata kering yang cukup sering kualami ini bisa sangat merepotkan. Membuatku nggak pede, dan bahkan bisa membahayakan keselamatan.

Liburan Yang Sangat Melelahkan, Bagi Mataku

Saat itu kami memilih untuk menggunakan sepeda motor agar lebih fleksibel saat bepergian. Memang sih, ini bukan pengalaman pertama bagiku untuk melakukan long trip dengan menggunakan sepeda motor. Hanya saja, tidak biasanya aku berkunjung ke banyak lokasi dalam sehari. Yang mana hal itu akan membuat mataku terlalu sering dan terlalu lama terpapar angin saat mengendarai motor.

Tapi ya aku terpaksa melakukannya selama dua hari berturut-turut demi menyenangkan hati Icha dan Eka, dua mbak-mbak cantik yang ikut serta dalam liburan tersebut.

Iya, mereka punya cukup banyak daftar tempat yang ingin sekali dikunjungi. Sehingga kami harus mengatur itinerary sedemikian rupa agar dapat mendatangi tempat-tempat tersebut hanya dalam dua hari liburan.

Sore itu, di hari pertama. Kami baru saja sampai di Uluwatu untuk menonton tari kecak. Tau, apa yang pertama kali diucapkan Icha saat melihatku?

“Mas, matanya kok merah?”

Mata kering menyebabkan perih

Saat itu aku memang sudah mulai merasakan mata lelah. Hasil dari berkendara terlalu lama untuk menjelajahi Pulau Bali seharian. Aku pikir, ini akan baik-baik saja. Jadi ya aku santai saja, tanpa melakukan apapun untuk coba mengatasinya.

Pertunjukan tari kecak berlangsung mulai sore hingga hari benar-benar gelap. Aku tak menduga bahwa sepanjang jalan menuju pulang akan gelap gulita.

Menonton tari kecak di BaliNyaris tak ada penerangan sampai di area pemukiman. Ini membuat kami para lelaki yang mengendarai motor harus membuka mata lebar-lebar agar dapat melihat keadaan dengan jelas.

Nah dalam keadaan inilah aku mulai menyadari pentingnya mengatasi mata kering. Karena saat didalam perjalanan, aku merasakan mata perih yang semakin menjadi. Sementara keadaan memaksaku untuk harus terus membuka mataku. Tentu akan sangat berbahaya jika aku harus mengedipkan mataku terlalu lama. Apalagi jalan yang kami lalui punya cukup banyak tanjakan, turunan, serta tikungan.

TO BE CONTINUED

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here