Kok Bisa Sih Kimi Raikkonen Begitu Populer di F1?

Kok Bisa Sih Kimi Raikkonen Begitu Populer di F1? – Sejak pertama kali nonton F1, aku selalu menjagokan mobil yang warnanya merah (Ferrari) karena saat itu aku suka dengan warna merah. Padahal mah nggak ngerti apa-apa soal F1, cuma seneng sama warnanya aja. Hihi 😀

Kemudian, perlahan aku mulai bisa menikmati jalannya balapan F1 walaupun saat itu juga masih belum paham banget kerena belum bisa membaca. Tapi kok ya seru aja gitu. Mobilnya ngebut, dan suara mesin F1 dengan konfigurasi V10 yang nyaring membuatku senang melihatnya. Entah kenapa, aku kemudian mulai menjagokan Mika Hakkinen dari tim McLaren-Mercedes. Yang kemudian berlanjut mengidolakan Kimi Raikkonen sejak debutnya bersama McLaren-Mercedes, hingga sekarang.

Fungsi sayap mobil F1Awalnya sih aku mengidolakan Kimi Raikkonen karena sebenarnya suka sama mobilnya. Tapi perlahan aku benar-benar mengidolakan pembalap ini pada tahun 2005. Khususnya setelah kemenangannya yang fenomenal di sirkuit Suzuka Jepang pada tahun 2005. Ia mampu menjuarai balapan walau start dari posisi 17. Sayangnya di tahun tersebut, ia gagal menjadi juara dunia karena sering tidak finish karena mobil yang digunakannya saat itu bisa dibilang gampang rusak. Padahal ia meraih lebih banyak kemenangan dibandingkan Fernando Alonso, yang pada tahun tersebut menjadi juara dunia. Barulah pada tahun 2007, ia akhirnya berhasil menjadi juara dunia setelah bergabung dengan tim Ferrari. Dan sekaligus menjadi juara dunia terakhir bagi tim Ferrari hingga tulisan ini dipublikasikan.

Nah ternyata, setelah itu makin banyak yang mengidolakan sosok Kimi Raikkonen. Bahkan hingga saat ini, dimana ia sama sekali tidak kompetitif dalam ajang balap mobil tersebut. Wah, kok bisa sih ya? Padahal kan biasanya yang diidolakan itu adalah orang yang sering menang? Kalau dilihat dari pengamatanku, ada beberapa hal yang membuat banyak fans F1 menyukai sosok Kimi Raikkonen. Diantaranya adalah:

1. Bakatnya

Sejak awal mula ia bergabung di ajang balap F1 bersama tim Sauber, pembalap asal Finlandia ini cukup mengundang kontroversi. Pasalnya, ia yang saat itu sangat muda dianggap tak memiliki pengalaman yang cukup untuk bisa membalap di F1. Ia hanya pernah mengikuti 23 kali balapan saat tim Sauber membawanya ke F1. Namun talenta yang dimiliki oleh Kimi nampak sangat jelas. Karena sebelumnya, ia menjuarai 7 dari 10 ajang balap Formula Renault UK.

Ketika tim Sauber membawanya untuk uji coba F1 di sirkuit Mugello, legenda F1 Michael Schumacher mengatakan pada bos tim Sauber bahwa mereka harus mengontrak Kimi karena terlihat berbakat. Saat itu tim Sauber sengaja merahasiakan namanya agar ia tak diincar oleh tim lain. Bakatnya langsung terlihat jelas ketika dalam tes di hari kedua, Kimi mampu mencatatkan waktu setengah detik lebih cepat dari pembalap reguler dari tim yang sama. Pada debutnya di 2001, ia langsung berhasil merebut poin setelah finish di posisi 7, lalu dinaikkan ke posisi 6 karena pembalap di depannya mendapatkan penalty.

Bakatnya yang menonjol mendapat sorotan dari tim McLaren-Mercedes. Dan kemudian memutuskan untuk merekrut Kimi pada tahun 2002, menggantikan Mika Hakkinen yang memutuskan untuk pensiun. Di tim tersebut, bakat dari Kimi makin terlihat jelas. Walaupun selama itu juga, ia seringkali tidak beruntung dan membuatnya sering gagal finish. Entah itu karena pecah ban, terkena oli dari pembalap lain, hingga yang paling sering adalah karena kerusakan mesin. Meski demikian, ia mampu berada di peringkat 2 klasemen pada musim 2003 dan 2005.

Yang paling di ingat oleh fans Kimi pada masa bersama McLaren-Mercedes adalah ketika ia mampu memenangkan balapan di Suzuka 2005 walau ia start dari posisi 17. Menyalip Giancarlo Fisichella dari tim Renault (yang saat itu adalah tim papan atas) pada lap terakhir. Sekaligus mencetak fastest lap.

Kimi akhirnya merengkuh gelar juara dunia pertama (dan satu-satunya) pada tahun pertama ia bergabung ke tim Ferrari pada tahun 2007. Dengan hanya selisih satu poin dari Lewis Hamilton dan Fernando Alonso. Setelah itu, bakatnya di tim Ferrari tak lagi terlihat begitu menonjol, bahkan setelah ia pergi dan kembali lagi ke tim Ferrari.

Tahun 2012 adalah musim yang kurasa membuat banyak orang mulai menyukai Kimi. Ia berhasil menduduki posisi ke-3 klasemen bersama tim papan tengah yaitu Lotus-Renault dengan mengantongi 7 podium, satu diantaranya adalah kemenangan. Nah, kemenangan di Sirkuit Abu Dhabi yang diraihnya mendapat banyak perhatian publik karena tiga hal. Pertama, mobil yang dikendarainya adalah mobil dari tim papan tengah. Kedua, ini adalah kemenangan pertamanya setelah ia memutuskan untuk pensiun pada 2010-2011, dan kembali lagi ke F1 pada 2012. Ketiga, adalah karena percakapan yang dianggap lucu ketika ia berkomunikasi melalui radio dengan timnya.

“Just leave me alone, i know what to do”, begitu kata Kimi ketika ia diingatkan tentang berbagai hal saat sedang memimpin jalannya balapan.

2. Cuek

Kimi nampak tidak tertarik dengan banyak hal, termasuk wawancara dan juga press conference. Ia seringkali menolak untuk diwawancara saat sedang tidak mood. Dan yaa.. Sikap cueknya itu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Namun kita bisa melihatnya dengan jelas dari perilaku dan juga ekspresi wajahnya. Pernah suatu ketika, ia hanya berjalan dengan santainya, keluar dari mobil yang ditabrak dari belakang oleh Lewis Hamilton di dalam pit lane.

Ia juga terlihat tidak tertarik dengan percakapan panjang. dan sepertinya tidak suka dengan kamera. Kimi pernah terlihat ngacir begitu saja saat kameramen mengambil foto. Ia juga pernah nampak bersikap buruk dengan mendorong seorang kameramen yang mengambil gambar terlalu dekat.

3. Ngomongnya Simple, Blak-blakan

Ketidak tertarikannya pada percakapan panjang membuat bicaranya sangat simple dan to the point, khususnya ketika diwawancara. Ia seringkali hanya menjawab pertanyaan dengan tak lebih dari dua kata. Ia juga pembalap yang nampak tak pernah mengeluh atau mengungkapkan kemarahannya di depan media.

Oh, tapi sepertinya nggak juga. Ia pernah menyindir Max Verstapen dengan gaya bicaranya yang tetap simple namun sangat menyakitkan hati. Suatu ketika, ia diwawancara bersamaan dengan Max dan Lewis, yang pada balapan sebelumnya menabrak Kimi hingga membuatnya gagal finish. Saat ditanya oleh wartawan untuk balapan pada hari minggu nanti, ia hanya menjawab “aku tak ingin ditabrak (olehnya)” sambil memegang pundak Max yang berada disebelahnya.

4. Lucu

Kelakuannya yang cuek, sedikit bicara, dan blak-blakan itu membuatnya nampak lucu tanpa mencoba untuk melucu. Kelakuan dan bicaranya kerap mengundang tawa. Termasuk saat bagaimana ia dengan santainya langsung berjalan menuju yacht, melepas baju balap dan kemudian bersantai setelah mobilnya mengalami kerusakan di sirkuit Monaco pada 2006. Epic memang orang ini ya ..

Ya, itulah beberapa hal yang membuat banyak orang menyukai Kimi Raikkonen sebagai pembalap F1. Mungkin kamu punya alasan lain? Coba kasih tau di kolom komentar!

Mas Pandu
Suka foto, tapi agak kurang narsis | Pengagum alam, tapi bukan alay | Also known as Mas Bocah