Home Bali Tanah Lot, Bali: Destinasi Wisata Mengagumkan, Namun Sedikit Mengecewakan

Tanah Lot, Bali: Destinasi Wisata Mengagumkan, Namun Sedikit Mengecewakan

128
0
SHARE

Tanah Lot, Bali: Destinasi Wisata Mengagumkan, Namun Sedikit Mengecewakan – Tanah Lot sudah sangat dikenal sebagai salah satu objek wisata di Bali yang paling menarik, sehingga banyak sekali wisatawan yang menyempatkan diri untuk datang kesini.

A post shared by Hayuk Lah (@hayuklah) on

Sunset di Tanah Lot menjadi momen yang paling dinantikan, dan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Namun tak hanya itu, disini juga terdapat beberapa hal yang menarik untuk dilihat, spot-spot yang mendukung untuk bersantai, serta harga tiket masuk yang tergolong murah, menjadikannya sebagai satu dari sekian banyak destinasi wisata di Bali yang paling banyak diminati.

Nah di posting kali ini, mimin Hayuklah.com akan sedikit bercerita mengenai pengalaman mengunjungi Tanah Lot di Bali, lengkap dengan foto-fotonya, sekaligus juga akan berbagi sedikit tips saat mengunjungi tempat ini. Hayuklah, kita langsung kemon! 😀

Sekilas Info

Menurut apa yang mimin dengar, arti dari Tanah Lot adalah batu karang yang berada di tengah laut. Nah, batuan karang inilah yang menjadi daya tarik utama dari objek wisata ini.

Diatas karang tersebut, terdapat sebuah Pura yang disebut sebagai Pura Tanah Lot. Pura ini akan sangat ramai dikunjungi untuk melakukan upacara persembahyangan oleh umat Hindu ketika hari besar tiba.

Yang mimin tau sih, yang ramai itu yaa ketika umat Hindu merayakan hari raya Galungan. Untuk hari besar lainnya, mimin kurang paham.

Selain Pura tersebut, terdapat sebuah Pura lain yang terletak diatas batu bolong (tebing karang yang berlubang), tak jauh dari Pura diatas karang tersebut. Lokasi Tanah Lot, terletak di desa Beraban, Kediri – Kabupaten Tabanan.

Pengalaman Berkunjung ke Tanah Lot, Bali

Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal (update: Juni 2017) adalah Rp10.000 per orang (dewasa), dan Rp7.500 untuk anak-anak. Sementara untuk wisatawan asing akan dikenai tarif Rp30.000 per orang (dewasa), dan Rp15.000 bagi anak-anak.

Dan untuk parkir kendaraan, jika membawa sepeda motor akan dikenakan tarif Rp2.000, atau Rp5.000 untuk mobil. Di area parkir inilah mimin merasakan pengalaman yang sedikit mengecewakan. Seperti apa? Akan mimin ceritakan dibagian akhir yaa!

Ada Apa Aja Sih Disini?

Sebelum memasuki lokasi objek utama, kita harus berjalan beberapa menit dari beberapa pintu masuk yang ada, tergantung dimana kita memarkirkan kendaraan yang kita bawa.

Setelah melewati pintu masuk, di sepanjang jalan kenangan itu kita akan menemukan pedagang yang menjajakan berbagai macam item, mulai dari makanan dan jajanan ringan seperti jagung bakar dan klepon, suvenir, hingga sebuah mini market yang lengkap dengan mesin ATM pun bakal bisa kita temukan. Sayangnya, mimin lupa ATM dari bank mana saja yang tersedia disana.

Foto sunset tanah lot bali
Sunset di tanah lot. Yang itu namanya Pura Batu Bolong, ada Pura diatas batuan karang yang berlubang itu.

Tanah Lot sangat cocok dikunjungi saat sore hari. Tapi serius deh, kamu bakal rugi kalau datang terlalu sore, karena areanya yang cukup luas, sehingga butuh waktu beberapa menit untuk menuju spot-spot menarik yang ada disini.

Bagi kamu yang muslim, jangan khawatir, karena kamu akan bisa menemukan beberapa mushola diantara ruko-ruko pedagang yang ada disana.

Kita akan langsung disajikan dengan pemandangan laut yang indah dari atas tebing, dan akan nampak lebih indah saat matahari sudah terbenam, seperti pada gambar yang mimin sertakan diatas.

Gambar tersebut adalah spot yang disebut sebagai Pura Batu Bolong, yang bisa kita lihat dari atas tebing, tak seberapa jauh dari Pura Tanah Lot.

A post shared by Hayuk Lah (@hayuklah) on

Jika beranjak lebih jauh ke arah selatan, maka kita juga akan bisa menemukan pemandangan indah dari Pura Tanah Lot yang berada dibawah.

Iya, untuk menuju kesana, kita harus berjalan turun. Tenang aja, anak tangganya nggak banyak banget kok. Saat sudah berada dibawah, kita bisa menikmati suara deburan ombak yang menghantam batuan karang.

A post shared by Hayuk Lah (@hayuklah) on

Tapi hati-hati yaa, batuannya agak licin, jadi kamu mesti memperhatikan langkahmu. Di sekitaran sini, kamu bisa meminta para fotografer yang standby disana, untuk mengambil foto dirimu, yang akan langsung dicetak di tekape sebagai kenang-kenangan. Yang penting, jangan lupa bayar yaa 😀

Jika air sedang surut, kita bisa melihat lebih dekat ke Tanah Lot. Oiya, disekitaran sini juga terdapat semacam rongga dibawah tebing (di daratan utama), yang didalamnya terdapat “ular suci”.

Kamu bisa masuk kesana untuk melihat dan bahkan memegang ular tersebut, dengan melakukan donasi seikhlasnya. Tenang aja, ularnya jinak kok!

Ular suci di tanah lot
Ular suci di Tanah Lot. Eh, mbaknya sadar kamera 😀

Berdasarkan keterangan dari teman mimin yang pernah masuk kesana, dari ciri utamanya (belang putih hitam), ular ini merupakan ular laut, yang mempunyai bisa amat beracun, jauh lebih mematikan dibanding bisa ular kobra.

Tapi tenang, ular laut ini pada dasarnya nggak agresif seperti kobra kok, malah terkesan jinak.

Pengalaman ke Tanah Lot Bali
Melihat batuan karang “Tanah Lot” lebih dekat. Ada rongga-rongga nya

Nah sebelum matahari mulai terbenam, mimin sarankan kalian naik kembali karena pemandangan sunset akan terlihat lebih indah dari atas sana.

Sembari menunggu, kita bisa duduk santai di area sekitaran tebing. Terdapat beberapa area yang cukup nyaman untuk duduk sabil menunggu karena terdapat beberapa pohon yang membuat area menjadi teduh.

A post shared by Hayuk Lah (@hayuklah) on

Mau nunggu sambil nyemil? Boleh! Disekitaran sini ada yang menjajakan snack juga kok, mulai dari rujak, hingga the legendary Pop Mie. Tapi ingat yaa, untuk selalu jaga kebersihan tempat yang kita kunjungi agar terlihat tetap indah 🙂

Kekecewaan di Tanah Lot

Seribu sayang, tempat yang indah dan amat sangat diminati oleh para wisatawan ini ternyata tidak memiliki area parkir yang memadai.

Area parkirnya memang ada, namun nampak kurang cukup untuk menampung kendaran dari para wisatawan yang datang, khususnya di musim liburan. Emang sih, tersedia “area parkir cadangan” disini.

Sayangnya (lagi) area tersebut ternyata kurang dikelola dengan baik, dimana terkadang para pengendara bisa parkir seenak jidatnya sehingga mempersulit pengendara lain yang akan hendak parkir atau pergi dari area parkir.

Area ini juga masih berupa medan berbatu yang mungkin akan cukup sulit bagi pengemudi pemula untuk parkir dengan rapi. Kekacauan akan mulai terasa ketika para pengunjung mulai meninggalkan lokasi selepas sunset.

Tak ada petugas yang mengatur lalu lintas kendaraan, sehingga para pengendara saling berebutan untuk keluar area parkir yang kurang memadai itu. Bahkan mimin mendapati ada satu-dua pengendara yang ternyata berjalan melawan arus, sehingga memperparah kekacauannya.

Saran mimin, mungkin kamu bisa menunggu lebih lama di tekape dengan menonton pertunjukan Tari Kecak Api, daripada harus terjebak di area parkir selama kira-kira satu jam. Tiketnya cuma 50ribuan aja kok.

Atau, bagi kamu yang tak ingin mengeluarkan biaya ekstra, sebaiknya mungkin bisa membawa bekal makanan agar tak terjebak di area parkir dalam keadaan lapar.

BACA JUGA : Mau Liburan Ke Bali? Kamu Harus Tau Beberapa Hal Ini Sebelum Berangkat!

Karena setau mimin, sebagian besar (atau semua) tempat makan yang ada di area ini akan tutup segera setelah hari mulai gelap.

Okedeh, mungkin itu saja yang bisa mimin bagikan pada posting kali ini. Jangan sungkan untuk memberitahu mimin Hayuklah.com jika sekiranya terdapat update tertentu mengenai tempat ini, termasuk soal harga tiket masuknya.

Akhir kata, selalu ingat untuk tak meninggalkan apapun kecuali jejak kaki di tempat yang kita singgahi, agar terjaga kebersihan dan keindahannya. Semoga bermanfaat! 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here