Home Info Lainnya Baik Buruknya Naik Lion Air Yang Pernah Kualami

Baik Buruknya Naik Lion Air Yang Pernah Kualami

0

Karena cukup banyak yang request, akhirnya aku memutuskan untuk menuliskannya juga. Awalnya aku memutuskan untuk nggak bikin tulisan ini karena selama pengalamanku terbang bersama Lion Air, perbandingan antara pengalaman baik dan pengalaman buruknya bisa dibilang sedikit lebih banyak buruknya. Tapi bukan berarti nggak pernah baik loh ya.

Dan ya, disini aku bakal menuliskan pengalaman pribadi ku tersebut secara apa adanya tanpa bermaksud menjelek-jelekkan pihak manapun.

Oh iya, kalian perlu tau bahwa terakhir kali aku naik maskapai Lion Air itu kalau nggak salah pertengahan tahun 2018, itupun dibayarin sama penyelenggara acara yang kebetulan mengundangku untuk datang ke kotanya. Dan setelahnya sudah nggak pernah naik Lion lagi. Jadi nggak tau apakah sekarang sudah berubah, atau masih sama aja.

Aku sudah akrab dengan Lion air sejak sekitar tahun 2013’an, dan terhitung sudah puluhan kali aku menumpang maskapai ini ke berbagai rute di Indonesia. Julukan “raja delay” sudah melekat erat di maskapai ini sejak awal aku menggunakan service mereka. Tapi apakah benar Lion Air sering delay seperti apa yang dikatakan mereka?

Di tahun-tahun awal aku menggunakan servicenya, memang iya, aku sangat setuju dengan julukan itu. Bahkan pernah ada seorang calon penumpang di ruang tunggu yang sempat nyeletuk “Kalo nggak delay bukan Lion Air namanya.”. Ketika itu memang sedang diumumkan bahwa penerbangan kami mengalami keterlambatan.

Bisa dibilang, kami para calon penumpang sudah sangat memaklumi dan pasrah jika ternyata ada pengumuman seperti itu.

Sekitar satu tahun kemudian, aku mulai merasakan bahwa keterlambatan jadwal penerbangan saat aku menggunakan jasa Lion Air berangsur mulai berkurang. Bahkan bisa dibilang sudah mulai jarang delay lagi.

Itu bisa dibilang pengalaman yang masuk kategori baik ya. Karena selain soal “mulai jarang delay”, bisa dibilang nggak ada hal lain lagi yang bisa kuanggap istimewa.

Dari sana aku mulai berpikir bahwa masih layak lah maskapai ini untuk dijadikan pilihan utama.

Namun Di Suatu Hari ..

Hal yang membuatku kapok untuk naik Lion Air adalah karena delay (lagi) yang bisa dibilang parah banget. Sebelumnya sih kalau misal lagi delay, paling lama itu sekitar satu atau dua jam. Dan kalau “cuma” segitu, aku masih bisa memaklumi.

Tapi saat itu, 4 Februari 2016 penerbangan dari Jakarta menuju Denpasar mengalami keterlambatan sampai hampir 4 jam lamanya. Iya, hampir 4 jam dan dibumbui dengan sedikit drama. Dan saat itu beberapa penumpang sampai mengamuk karena tak ada kejelasan kapan akan diberangkatkan.

Keanehan sudah terjadi sejak pengumuman pertama. Awalnya penerbangan kami dikabarkan delay (kalau tak salah ingat) sekitar setengah jam. Namun tak sampai 10 menit kemudian nomor penerbangan kami dipanggil untuk boarding. Wah, seneng dong ya! “Nggak jadi delay lama-lama.”, kataku dalam hati.

Para penumpang sudah menuruni tangga dan menunggu bus yang akan mengantar ke pesawat. Sebagian sudah menaiki bus pertama dan berangkat. Nah disinilah kekacauan itu dimulai.

Pesawat Lion Air DelayTernyata bus yang tadi membawa sebagian penumpang, dikembalikan lagi ke tempat kami menunggu. Dan iya, kami diminta untuk menunggu karena pesawat belum siap, katanya. Sepertinya memang terjadi miss komunikasi antar petugas Lion Air.

Para orang tua sudah mulai emosi dengan ketidakjelasan ini. Dan semakin menjadi setelah menunggu disana lebih dari 30 menit dan masih belum ada kejelasan.

Menunggu pesawat Lion Air delayRibutlah mereka dengan petugas. Yang kasihan itu ada bule yang ternyata harus segera berangkat ke Bali karena ia akan melanjutkan penerbangan ke Australia. Petugas yang berada di tekape menjanjikan bahwa pesawat akan siap kira-kira satu jam kemudian.

Tapi ternyata, satu jam berlalu dan masih tak ada kejelasan. Makin emosilah beberapa calon penumpang ini. Bahkan ada yang sampai teriak-teriak saking keselnya.

Akhirnya kami pun diminta kembali ke ruang tunggu. Iya, itu setelah hampir 2 jam kami menunggu dibawah tanpa kejelasan.

Pesawat delayPengalaman buruk naik Lion AirDan kami benar-benar diberangkatkan setelah menunggu kira-kira hampir 4 jam lamanya.

Yah syukurnya sih pesawat yang kami tumpangi bisa mengudara dan mendarat tanpa hambatan. Walaupun ya tetep ngeselin serta melelahkan, dan hari sudah mulai gelap saat dalam perjalanan.

Pengalaman naik pesawat lion air

Hal Yang Harus Kamu Tau Sebelum Naik Lion Air

Aku sih yakin, kejadian yang aku alami diatas itu cuma karena emang lagi dapet sial aja. Buktinya cuma pernah sekali doang kan kejadiannya. Dalam arti ya pastinya nggak setiap hari lah seperti itu.

Dan memang sebelumnya belum pernah mengalami yang seheboh itu. Paling ya pengalaman buruk yang minor-minor aja.

Nah bagi kamu yang berencana ingin menggunakan jasa penerbangan dari Lion Air, ada beberapa hal nih yang mesti kalian tau, khususnya jika ternyata kamu baru pertama kali naik pesawat.

1. Kursi

Rata-rata, kita memang nggak bisa berharap banyak untuk soal ruang pada kursi ketika kita menggunakan maskapai penerbangan kelas ekonomi (kecuali Garuda ya).

Tapi menurutku, space kursi untuk Lion Air ini agak sedikit lebih sempit kalau dibandingkan dengan maskapai kelas ekonomi lainnya.

Hal ini membuat mereka yang punya postur tubuh istimewa (terlalu tinggi dan atau kegemukan) akan terasa kurang nyaman. Intinya aku cuma mau bilang “jangan kaget ya”.

2. Jadwal / Waktu

Pastikan kalian sedang tidak terburu-buru atau dikejar waktu jika memilih untuk menggunakan maskapai ini. Karena ya itu tadi, takutnya terjadi delay parah seperti yang aku alami.

Memang sih, peluang untuk dapat jadwal yang ngaret alias delay bisa dialami oleh SEMUA maskapai (bukan cuma Lion Air). Bahkan maskapai sekelas Garuda Indonesia yang dikenal tepat waktu sekalipun juga pernah delay.

Tapi yaa buat jaga-jaga aja. Kamu tau lah maksudku gimana 🙂

3. Pesawat

Lion Air ini punya berbagai jenis pesawat dan punya grup, salah satunya adalah Wings Air yang masuk dalam “Lion Group”. Nah Wings Air ini merupakan maskapai yang mengoperasikan pesawat kecil dengan mesin penggerak baling-baling.

Biasanya ia bakal menghandle rute-rute jarak pendek atau rute menuju bandara kecil. Dan biasanya kalau misal kamu harus melakukan transit di perjalananmu, bisa aja kamu bakal harus pakai pesawat ini.

Maka kalau misal kamu harus melakukan penerbangan yang pakai transit, maka periksalah detail transit tersebut. Jika ternyata ada rute jarak pendek dalam transit, bisa jadi kamu bakal harus pakai Wings Air.

Karena seringkali saat memesan tiket pesawat secara online, logo Wings Air tidak ditampilkan dalam detail. Ya aku ngasih tau begini supaya kamu nggak kaget aja nanti.

Oke mungkin segitu aja yang bisa aku share kali ini. Di kesempatan selanjutnya aku juga berencana untuk membuat bahasan serupa saat menggunakan maskapai penerbangan lain. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here