Home Bali Inilah Penyebab Suhu Dingin di Bali Pada Juni 2019

Inilah Penyebab Suhu Dingin di Bali Pada Juni 2019

0

Inilah Penyebab Suhu Dingin di Bali Pada Juni 2019 – Beberapa hari belakangan, tepatnya mulai pertengahan bulan Juni 2019 aku merasa temperatur udara di Bali terasa lebih dingin dari biasanya. Tak hanya di waktu pagi dan malam saja, bahkan ketika mentari sudah mulai meninggi pun suhu dingin masih bisa terasa.

Awalnya kupikir hal ini hanya akan berlangsung satu hari saja. Namun nyatanya fenomena alam ini sudah terasa beberapa hari berturut-turut. Dan ternyata nggak cuma di Bali saja, karena teman-temanku yang berada di Jogja, Lombok dan beberapa daerah lain di Pulau Jawa juga merasakan hal yang sama.

Sebenarnya apa sih penyebab suhu dingin yang kita rasakan di beberapa wilayah ini?

Kenapa di Bali dinginBerdasarkan apa yang aku baca di detik.com, hal ini terjadi karena saat ini benua Australia sedang dalam periode musim dingin. Lalu, kenapa bisa sampai berpengaruh ke Indonesia? Selain karena memang masih bertetangga, kabarnya tekanan udara di Wilayah Australia cukup tinggi, sehingga terbentuk antisiklon. Masa udara yang berada disana bersifat kering dan dingin.

Sedangkan di wilayah Asia, saat ini sedang mengalami musim panas dan terdapat beberapa daerah yang memikiki tekanan udara rendah, sehingga terbentuk siklon. Nah hal inilah yang menyebabkan udara dingin dari Australia sampai terasa di beberapa wilayah di Indonesia.

Karena udara dingin tersebut akan “mengalir” dari tempat yang punya tekanan udara tinggi, ke tempat yang punya tekanan udara lebih rendah.

Seperti yang dijelaskan oleh Kepala BMKG Cilacap, Taruna Mona Rachman dalam kutipan wawancara dengan detik.com pada Rabu (19/6/2019) bahwa “Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia dan rendah di Asia ini, menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering tersebut ke Asia melewati Indonesia yang kemudian dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia.”.

Lebih lanjut, diperkirakan bahwa terjadinya Monsoon Dingin Australia ini tak hanya akan berlangsung selama bulan Juni, Juli, atau Agustus saja, tapi hingga puncak musim kemarau yaitu pada September nanti.

Wah, kalau aku sih senang ya kalau setiap hari dingin seperti ini. Salah satu sisi positifnya adalah kita bisa lebih menghemat listrik karena bakal jarang menggunakan AC atau kipas angin. Apalagi kalau beneran terjadi sampai September.

Segitu aja dan selamat menikmati “musim panas” dengan taburan rasa udara dingin ya kawan-kawan. 😉

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here