Home Info Lainnya Pengalamanku Naik Pesawat Garuda Indonesia Kelas Ekonomi

Pengalamanku Naik Pesawat Garuda Indonesia Kelas Ekonomi

0

Pengalamanku Naik Pesawat Garuda Indonesia Kelas Ekonomi – Kebanyakan orang Indonesia pasti akan berpikir bahwa menaiki pesawat Garuda Indonesia adalah sebuah kemewahan. Nggak heran sih, karena memang harga tiketnya aja diatas rata-rata kalau dibandingkan dengan maskapai penerbangan domestik lainnya.

Padahal itu sama-sama kelas Ekonomi loh ya, alias kelas yang paling murah. Sehingga kebanyakan calon penumpang pasti bakal berpikir ulang sebelum memilih untuk menggunakan service dari maskapai ini karena masih ada banyak pilihan lain yang jauh lebih terjangkau.

Tapi aku juga yakin, sebagian dari mereka yang belum pernah naik pesawat Garuda Indonesia pasti penasaran dong soal perbedaan service dari maskapai ini dibandingkan dengan yang lain?

Pengalaman naik pesawat garuda kelas ekonomiNah di tulisan bertema review pesawat kali ini aku bakal membahas soal pengalaman naik pesawat Garuda Indonesia untuk penerbangan domestik di kelas ekonomi. Termasuk pengalaman baik dan juga pengalaman buruk setelah berkali-kali menggunakan service mereka.

Oiya buat kamu yang belum tau, pada penerbangan domestik (dalam negeri), biasanya mereka menawarkan penerbangan kelas ekonomi dan bisnis dalam satu pesawat.

Bedanya Pesawat Garuda Indonesia Dibandingkan Yang Lain

Cerita yang akan ku tuliskan disini sekaligus juga akan menjawab pertanyaan yang paling sering diajukan yaitu, “Memangnya apa sih istimewanya Garuda Indonesia dibanding maskapai lain?” dan “Kenapa harga tiketnya lebih mahal?”.

Hal pertama yang membedakan antara Pesawat Garuda Indonesia kelas ekonomi dengan maskapai penerbangan kelas ekonomi lainnya adalah di bagian kenyamanan tempat duduk. Disini, kita akan diberikan ruang yang lebih lega untuk kaki, sehingga bisa bergerak lebih leluasa. Tentunya ini akan memberikan kenyamanan ekstra saat penerbangan panjang. Khususnya bagi mereka yang punya tinggi atau ukuran badan diatas rata-rata.

Yang kedua adalah soal hiburan. Setauku, semua pesawat Garuda dari jenis Boeing dan Airbus sudah dibekali dengan layar untuk menonton film atau hiburan lainnya. Walaupun ya layar tersebut nggak selalu ditempatkan tepat dihadapan masing-masing kursi penumpang sih. Karena aku pernah beberapa kali mendapati bahwa layar tersebut ditempatkan dibagian atas (dekat AC / lampu baca).

Pengalaman naik pesawat Garuda Indonesia EkonomiPanel layar yang ditempatkan di depan masing-masing kursi penumpang biasanya sudah mendukung fitur input sentuh. Sehingga kita bisa leluasa untuk mengeksplor menu yang ada.

Tapi walau demikian, aku sangat jarang memanfaatkan fitur ini karena bagiku hiburan terbaik dalam penerbangan adalah sesederhana menengok kearah luar jendela pesawat. Kalaupun kepengen atau terpaksa pun, paling cuma untuk mendengarkan lagu aja.

Jangan berharap bahwa koleksi lagunya bakal sangat lengkap ya, karena kan pasti pihak Garuda mesti membayar loyalti ke masing-masing pemegang hak cipta supaya dapat menyajikan lagu-lagu tersebut pada para konsumennya. Jadi ya nggak segampang kamu melengkapi koleksi lagumu dengan cara ngedonlot versi bajakannya.

Review naik pesawat Garuda Indonesia EkonomiSoal headset, masing-masing penumpang bakal mendapatkan satu yang bisa kita temukan di kantong kursi didepan kita. Dan sepertinya headset ini selalu baru ya. Tapi entah apakah headset ini boleh dibawa pulang atau nggak.

Yang pasti, kalau mau dibawa pulang pun rasanya nggak worth banget karena kualitas suaranya yang kurang istimewa serta nggak terlalu nyaman digunakan. Yaiyalah, namanya juga headset sekali pake.

Oh iya, panel layar sentuh yang digunakan pada pesawat Garuda Indonesia adalah jenis resistisive dan bukan capacitive seperti yang biasa kita temukan pada smartphone. Artinya, kita harus sedikit menekan layarnya untuk dapat melakukan input.

Dan yang ketiga adalah soal snack dan makanan. Kalau soal ini sih mungkin sudah bukan rahasia lagi lah ya. Iya, dalam setiap penerbangannya, para penumpang pesawat Garuda bakal diberi snack atau makanan berat, tergantung waktu tempuh dari penerbangan.

Kalau nggak salah ingat, makanan berat akan diberikan jika waktu tempuh penerbangan (sesuai jadwalnya) adalah diatas satu setengah jam. Jadi kalau misal jadwalnya lebih cepat dari itu ya cuma bakal dapet snack aja. Ini sekaligus juga menjawab pertanyaan yang juga umum diajukan yaitu soal “naik Garuda tapi nggak dapet makan“.

Makanan di Garuda kelas ekonomiMenu makanan yang disajikan bisa beda-beda di tiap penerbangan. Umumnya sih mereka menyediakan dua pilihan menu makanan berat di tiap penerbangannya. Plus jelly atau puding (nggak bisa milih) serta aneka macam jus untuk minuman.

UPDATE JULI 2019! Ternyata sekarang pilihan untuk minumannya hanya tersedia susu dan jus jeruk aja. Nggak beraneka macam lagi seperti dulu.

Oiya by the way, kalau misalnya kita terbang di bulan puasa (ramadhan), kita bisa memilih untuk makan di tekape atau dibawa pulang. Lumayan kan buat berbuka puasa 😆.

Cerita Pengalaman Naik Pesawat Garuda

Kalau ada yang bilang pesawat Garuda nggak pernah delay, itu jelas melebih-lebihkan. Setiap maskapai penerbangan pasti pernah mengalami penundaan keberangkatan alias delay. Karena memang banyak sekali faktor yang menyebabkan pesawat sampai delay.

Tapi berdasarkan pengalamanku, memang cukup jarang penerbangannya mengalami penundaan. Kalaupun delay karena masalah internal, biasanya juga nggak lama kok. Dari yang pernah aku alami, delaynya tuh mentok sekitar setengah jam-an lah.

Pernah sih delay sampai hampir dua jam. Itupun karena faktor eksternal. Waktu itu aku berangkat dari Bandara Adi Sucipto Jogja. Dan ternyata saat itu sedang ada kegiatan militer di tekape. Jadi semua penerbangan komersial termasuk penerbanganku harus ditunda dulu.

Lebih Siap Dibanding Maskapai Kelas Ekonomi Lainnya

Aku juga pernah mengalami penundaan penerbangan akibat masalah teknis di pesawat. Aku ingat betul kejadiannya karena sudah pernah kuceritakan juga di blog pribadiku. Waktu itu (akhir april 2015) penerbangan dari Jakarta menuju Jogja. Awalnya sih semua berjalan sesuai jadwal, jam 9.50 pagi kami sudah dipanggil untuk boarding.

Semua penumpang sudah masuk ke pesawat dah bahkan pesawat sudah bergerak menuju ke runway. Namun tak lama setelah pesawat mulai bergerak tadi, pilot memberi kabar bahwa terdapat sedikit masalah pada pesawat. Kemudian pesawat harus kembali ke parkiran untuk diperiksa dan diperbaiki.

Awalnya aku berpikir, pasti ini bakal memakan waktu lama. Karena setahun sebelumnya, aku juga pernah mengalami hal serupa saat naik Air Asia, yang mana kami para penumpang harus menunggu di dalam pesawat sampai 2 jam lamanya. Namun ternyata dugaanku salah.

Tak lama setelah pesawat kembali ke parkiran, para penumpang diminta untuk kembali ke ruang tunggu di Bandara karena akan dilakukan pergantian pesawat. Setelah itu kami hanya harus menunggu selama 30 menitan saja sebelum pesawat pengganti itu siap dan kami diminta untuk kembali naik ke pesawat.

Ini adalah salah satu bukti bahwa maskapai Garuda Indonesia lebih siap dalam menghadapi situasi seperti ini. Yang mana tindakan cepat tersebut juga efektif untuk meminimalisir kerugian waktu bagi para konsumen (penumpang pesawatnya).

Service Lainnya

Mungkin kita semua sudah tau bahwa salah satu keuntungan naik pesawat Garuda Indonesia dibandingkan dengan maskapai lainnya adalah kita akan mendapatkan makanan pada saat dalam penerbangan. Tapi kamu perlu tau bahwa hal itu nggak selalu berlaku di tiap penerbangan karena terkadang kita hanya akan mendapatkan snack berupa roti. Hal ini sudah pernah ku bahas dalam posting syarat agar kita mendapatkan makanan berat saat naik pesawat Garuda Indonesia.

Entah benar atau ingatanku saja yang bermasalah, aku merasa menu makanan yang diberikan saat ini sedikit “lebih sederhana” dibandingkan dengan menu makanan di sekitaran tahun 2012-an. Walaupun ya bukan berarti makanan yang sekarang ini nggak enak loh ya..

Porsinya nggak terlalu banyak, tapi sangat cukup untuk mengobati rasa lapar. Menu yang disajikan akan berbeda-beda di tiap penerbangan, dan umumnya hanya akan ada dua pilihan makanan yang disediakan.

Makanan berat di Garuda kelas ekonomiSoal rasa … Lumayan lah, ku beri nilai 7/10 untuk keseluruhannya. Tekstur dari dagingnya (ayam/sapi) nggak alot. Serta bumbu yang digunakan punya rasa yang terkesan ringan alias tidak memiliki rasa yang terlalu kuat.

Lalu untuk minuman, kita bisa memilih beraneka ragam jus dan kita boleh minta nambah minumnya kalau sudah habis. Tapi itu dulu ya, karena saat ini (UPDATE JULI 2019) kita hanya akan mendapatkan dua pilihan minuman yaitu susu sama jus jeruk aja.

Selain didukung dengan berbagai fasilitas penunjang kenyamanan, menurutku crew Garuda Indonesia juga paham bagaimana memperlakukan konsumen dengan baik.

Contohnya saja saat aku melakukan penerbangan dari Jakarta menuju ke Yogyakarta. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam itu harus mengalami berbagai hambatan yang memaksa kami untuk terbang selama lebih dari dua jam.

Mulai dari aktifitas latihan terbang, lalu disusul dengan perubahan cuaca yang drastis hingga memaksa pilot untuk menunda pendaratan dan berputar-putar di langit Jogja. Sang pilot kemudian membawa kami untuk transit di Surabaya agar bisa mendarat untuk mengisi bahan bakar yang sudah mulai menipis.

Pada saat itu seharusnya memang penerbangan kami (Jakarta-Yogyakarta) tidak mendapatkan jatah makanan berat. Namun saat berada di ruang tunggu di Surabaya, kami dipersilakan untuk mengambil stok makanan yang kebetulan tersedia walaupun seharusnya makanan tersebut bukan disiapkan khusus untuk kami.

Bentuk inisiatif seperti inilah yang membuat para konsumen merasa diistimewakan.

Akhir Kata …

Dari cerita pengalamanku tersebut mungkin kalian sudah bisa paham ya kenapa harga tiket pesawat Garuda Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan maskapai penerbangan lain di kelas yang sama (ekonomi).

Dan hal-hal itulah yang membuat banyak konsumen betah untuk memilih menggunakan maskapai Garuda Indonesia walau ada banyak pilihan lain yang lebih murah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here