Ke Bandara Bali: Mending Naik Ojek, atau Titip Motor di Bandara?

Ke Bandara Bali: Mending Naik Ojek, atau Titip Motor di Bandara? – Beberapa hari setelah aku melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bali menggunakan bus, aku harus kembali ke Jakarta untuk menghadiri undangan event yang diselenggarakan oleh sebuah operator seluler. Aku mau cerita sedikit nih ya.

Jadi tuh saat aku mendapat undangan tersebut, posisiku tuh sedang berada di kota Metro Lampung. Kebetulan, jadwal awal yang mereka berikan berdekatan dengan jadwalku untuk menuju ke Bali yang saat itu memang kurencanakan untuk naik bus saja. Nah, jadilah aku undur jadwal keberangkatan tersebut untuk menyesuaikan dengan event. Maksudnya biar sekali jalan gitu. Dari Metro ke Jakarta, nginep dua malem, terus lanjut Jakarta Bali.

Keselnya, pas udah H-1, baru dikabarin tuh kalo eventnya diundur. Alhasil semua-semua yang udah ku booking harus di jadwal ulang. Aku memilih untuk langsung bablas aja ke Bali saat sudah sampai di Jakarta.

Event tersebut rencananya diselenggarakan seminggu setelah aku sampai Bali. Dan waktunya itu pagi jam setengah 11. Jadilah aku harus mencari penerbangan paling pagi menuju ke Jakarta. Dan membuatku terpaksa harus naik Lion Air. Walaupun yaa ternyata penerbangan tersebut nggak mengecewakan sama sekali. Well done Lion Air!

Saat itu aku rencananya di Jakarta nggak sampai sehari. Jadi setelah acara selesai, ya langsung pulang hari itu juga. Awalnya sih aku ingin naik ojek aja untuk ke bandaranya. Tapi aku mikir lagi, ini kan aku harus ke bandara pagi-pagi buta? Emang ada yang ambil orderan ojek jam segitu? Kalopun ada, sepertinya jarang banget kan?

Parkir inap bandara Ngurah Rai BaliTerus aku kepikiran, “Apa bawa motor aja ya? Terus diparkirin di bandara?”. Tapi aku mikir lagi, takutnya nanti malah mahal? Sempat galau juga untuk urusan ini. Dan kemudian aku teringat kalau punya temen yang kerja di bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Jadilah aku tanya sama dia aja buat nanya kepastiannya.

Dan kata dia tarif parkir sepeda motor di bandara Ngurah Rai tuh 2000 rupiah untuk 12 jam pertama. Setelahnya, kita akan dikenakan biaya seribu perjam. Nah oleh karena aku nggak berencana untuk parkir inap di bandara tersebut, jadi rasanya tarifnya masih oke lah ya? Maka jadilah aku memutuskan untuk bawa sepeda motor aja dan titip motornya disana.

Tarif parkir motor bandara Ngurah Rai BaliAku tercatat masuk ke parkiran sekitar jam 5 pagi. Lalu aku keluar parkiran sekitar jam 11 malam. Dan biaya parkirnya adalahhhh … 8000 rupiah. Yak, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh temanku.

Tarif ini tentu jatuhnya lebih murah dibandingkan kalau aku harus naik ojek online. Untuk berangkatnya aja sekitar 28 ribuan. Itu belum baliknya ya. Plus, kadang kan tarifnya bisa beda-beda. Yaa anggeplah kalau misal tarifnya sama, jadinya sekitar 56 ribuan. Yakan lumayan buat ganti oli motor tuh. Jadi yaa mending parkirin di bandara aja sudah. Lebih murah, cepet, dan praktis.

Nah tapi, kalau misalkan kamu ingin parkir selama berhari-hari, tentu harus dipertimbangkan juga. Intinya, menurutku sih kalau sehari-dua hari masih oke lah ya. Tapi kalau sampai seminggu misalnya, mending naik ojek aja deh. Oh iya, waktu kejadian, itu di bulan Februari tahun 2020 ya. Jadi kalau tahun setelahnya ya nggak tau apakah ada penyesuaian atau nggak. Kita tunggu perkembangannya nanti. Sekian cerita singkat nan berfaedah ini dan semoga bermanfaat!

Mas Pandu
Suka foto, tapi agak kurang narsis | Pengagum alam, tapi bukan alay | Also known as Mas Bocah