Home Info Lainnya Tipe Wisatawan Yang Ada di Indonesia, Kamu Yang Mana?

Tipe Wisatawan Yang Ada di Indonesia, Kamu Yang Mana?

0

Tipe Wisatawan Yang Ada di Indonesia, Kamu Yang Mana? – Saat ini, aktifitas berwisata bukan lagi menjadi sebuah hobi atau kebutuhan sesaat, melainkan sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Iya, berbeda dengan era sebelum ada sosial media, motivasi seseorang untuk dapat berwisata sudah banyak bergeser.

Dan harus diakui bahwa hadirnya social media telah membuat banyak orang menganggap bahwa berwisata adalah sebuah kebutuhan. Hal ini terlihat dari masih banyaknya wisatawan yang belum sadar akan pentingnya menjaga kelestarian serta kebersihan dari tempat wisata yang dikunjunginya.

Karena memang, sebagian besar dari mereka niatnya ya cuma untuk pamer di socmed, dan bukan karena benar-benar “mencintai alam”. Walaupun ya ada juga sih sebagian orang yang masih peduli walaupun niatnya nggak jauh-jauh dari pamer di socmed.

Nah berdasarkan pengamatanku, aku melihat bahwa ternyata ada beberapa tipe wisatawan yang berbeda-beda berdasarkan perilaku dan kebiasaannya. Berikut adalah beberapa diantaranya:

NOTE: Kata-kata yang ku gunakan disini mungkin agak blak-blakan, dan mungkin akan membuat sebagian orang merasa tersinggung. Tapi itu semata-mata hanyalah sebuah kejujuran yang ingin kuungkapkan apa adanya.

1. Yang Penting Hits

Tipe wisatawan yang satu ini bisa dibilang adalah “anak gaul” yang nggak mau ketinggalan trend alias latah. Ia adalah salah satu orang yang menginginkan perhatian lebih di dunia maya. Sehingga jika ia mendeteksi ada sebuah tempat yang sedang hits, maka ia akan segera menuju ke tekape demi mendapatkan pengakuan bahwa ia adalah seorang “anak hits” yang always up to date.

Walaupun nggak semua orang yang mendatangi tempat hits adalah tipe yang ini ya.

2. Yang Penting Foto

Wisatawan berfoto di pantai
Photo by: IG @masbocah

Tipe yang satu ini hampir mirip dengan tipe “yang penting hits”. Bedanya, tipe “yang penting foto” nggak selalu punya keinginan yang kuat untuk segera mengunjungi tempat-tempat yang sedang hits.

Mungkin hanya sebagian dari wisatawan dengan tipe ini yang merupakan budak socmed yang haus perhatian dan juga like. Namun yang pasti, ketika akan atau ingin berwisata, ia seringkali cuma akan mampir sebentar, lalu pergi lagi kalau sudah puas berfoto.

Yang penting sudah pernah berfoto di lokasi, maka kunjungan sudah bisa dianggap sah.

3. Yang Penting Dikira Traveler / Pecinta Alam

Tipe yang satu ini punya kemiripan dengan tipe “yang penting hits”, yaitu sama-sama latah alias hanya ingin ikut-ikutan trend aja. Biar dibilang keren gitu deh. Bedanya, tipe yang satu ini nggak mengejar untuk selalu up to date.

Serta bisa dibilang tipe ini tuh lebih niat karena rela mengorbankan waktu, tenaga dan juga uang yang lebih agar bisa mencapai ke lokasi yang jaraknya bisa ratusan kilometer dari rumah.

Tipe wisatawan domestik
Foto hanya ilustrasi :))

Nggak jarang tipe ini tuh merupakan wisatawan yang nggak mempedulikan alam sekitar. Salah satu contohnya adalah pendaki yang masih buang sampah sembarangan. Ya nggak cuma pendaki sih, karena wisatawan dengan tipe ini nggak selalu memilih untuk naik gunung.

Di level terendah (yang paling hina), bahkan ada wisatawan dengan tipe ini yang justru melakukan pengerusakan lokasi. Mulai dari corat-coret nama, atau menginjak-injak sesuatu yang nggak semestinya. Aku juga sering menyebut mereka ini sebagai alay traveler.

4. Yang Penting Keluyuran

Tipe yang satu ini bisa dibilang memang memiliki hasrat murni untuk traveling. Pada dasarnya mereka memang doyan keluyuran karena sudah ketagihan. Nggak jarang wisatawan tipe ini sampai bela-belain jalan sendiri kalau nggak nemu temen yang asik buat diajak bareng.

Walaupun nggak semuanya, tapi sebagian besar wisatawan dengan tipe ini sudah punya rasa kepedulian terhadap lingkungan, khususnya lokasi yang dikunjunginya. Minimal, dengan MENGHINDARI UNTUK IKUT MERUSAK lokasi.

Kepedulian ini nggak datang begitu saja. Sebabnya adalah karena mereka tau dan atau sudah mencari tau mana yang patut dan tidak patut untuk dilakukan di tempat wisata. Kenapa mencari tau? Ya karena mereka ingin terus bisa menikmati lokasi-lokasi wisata yang ada.

Sebagian dari wisatawan dengan tipe ini awalnya adalah tipe “yang penting hits” dan “yang penting dikira traveler” yang sudah naik level alias mendewasa secara pemikiran soal traveling dan sudah mulai bisa menikmati aktifitas travelingnya.

5. Yang Penting Ngeluh

Biasanya, wisatawan dengan tipe “yang penting ngeluh” sebenarnya adalah orang yang males untuk bepergian. Mereka datang ke lokasi wisata ya cuma karena diajak aja. Dan sudah pasti mereka ini bukan tipe travel mate yang baik karena sering ngeluh. Kadang malah ada yang baru sampe udah minta pulang.

Anehnya, terkadang ada loh wisatawan tipe ini yang justru merupakan inisiator untuk bergerak menuju lokasi wisata. Tapi ya gitu, waktu sudah sampe tekape terus diajak kesana kemari, eh bilangnya capek mulu. Terus kalo misal nggak diajak jalan, suka protes pengen diajak juga. Kan kesel!

6. Yang Penting Udah Pernah Mampir

Sedikit berbeda dengan tipe “yang penting hits” dan “yang penting foto”, tipe ini cukup bisa menikmati kunjungannya di lokasi wisata. Jadi ya tujuan utama mereka bukanlah untuk sekadar berfoto di lokasi wisata.

Hanya saja, wisatawan dengan tipe ini jarang mau mengeksplor lokasi. Dan seringnya hanya ingin berdiam diri di satu spot saja. Itupun nggak terlalu lama. Intinya mereka ini adalah wisatawan yang ingin menikmati lokasi tapi ogah repot.

Kalau memungkinkan, biasanya wisatawan tipe ini bakal lebih suka naik mobil karena berbagai alasan termasuk supaya nggak panas, supaya nggak capek banget, dan supaya bisa beristirahat saat di perjalanan.

7. Yang Penting Refreshing

Wisatawan di Indonesia
Photo by: IG @masbocah

Wisatawan tipe ini adalah mereka yang benar-benar butuh untuk pergi berwisata. Bukan karena ingin pamer di socmed, berfoto narsis, atau ketagihan untuk keluyuran. Alasan yang paling sering adalah karena mereka sedang jenuh dengan rutinitas. Sehingga ingin sekali pergi keluar rumah.

Entah mau ke tempat yang dekat, yang jauh, naik mobil, atau naik motor, pokoknya #hayuklah. Yang penting, mereka bisa melepas penat.

8. Yang Penting Ngebolang

Wisatawan tipe ini bisa dibilang merupakan kelas low budget alias versi irit dari tipe “yang penting keluyuran”. Mereka lebih sering mendatangi lokasi wisata lokal dan lebih suka menggunakan sepeda motor supaya bisa lebih bebas menjelajah.

Walaupun ya resikonya bakal kepanasan kehujanan muka kotor atau mungkin mata kering karena terkena angin. Walau demikian, tak jarang pula mereka akan bepergian jauh dengan tetap menjaga budget (backpacker-an). Dan terkadang pula, mereka tak punya jadwal pasti soal arah dan tujuan, yang penting jalanin aja dulu.

Wisatawan ngebolang naik motor
Foto hanya ilustrasi :))

9. Yang Penting Selfie

Tipe yang satu ini mirip dengan tipe “yang penting foto”. Bedanya adalah, entah mau kemanapun dia berkunjung, mengambil foto wajah hingga nyaris memenuhi frame adalah yang paling utama bagi mereka.

Kadang malah mereka sendiri bingung membedakan dimana foto-foto itu diambilnya. Karena yang terlihat didalam frame hanya wajahnya saja.

10. Yang Penting .. Menenangkan Diri

Nah ketika sedang galau, merasa banyak masalah dan butuh ketenangan, semua orang bisa saja menjadi tipe wisatawan yang satu ini. Dan ketika berada di lokasi wisata, ia akan cenderung pasif alias tak banyak bertingkah apalagi berfoto.

Kecuali kalo emang sekalian pengen caper aja di socmed. Seringnya, tipe wisatawan yang ini bakal memilih tempat yang tenang. Seringnya sih pantai, tapi kadang juga ada yang memilih ke tempat hijau-hijauan. Areal persawahan dibelakang komplek pun bisa menjadi pilihan lokasi wisata bagi tipe ini. Yang penting, bisa menenangkan diri aja.

Tipe wisatawan Indonesia
Photo by: IG @masbocah

Kesimpulan

Dari kesemua tipe yang kusebutkan diatas, bisa dibilang hanya sedikit tipe wisatawan yang benar-benar ingin dan mampu menikmati lokasi wisata yang dikunjunginya.

Sedangkan sebagian yang lain tidak akan benar-benar bisa menikmati kunjungannya sehingga cenderung merasa cepat bosan. Sebagian lagi bahkan benar-benar tidak tau dan tidak mengerti apa yang bisa dinikmati di lokasi yang dikunjunginya.

Terlepas dari itu, sebenarnya sah-sah saja untuk menjadi wisatawan tipe manapun. Entah karena memang senang, atau hanya ikut-ikutan trend supaya dibilang keren. Yang terpenting adalah bagaimana agar kalian bisa terus menjaga keindahan lokasi wisata yang kalian kunjungi.

Minimal, hindarilah untuk ikut merusak atau memperparah kerusakan lingkungan di sekitar lokasi wisata. Cara yang paling mudah? Bawalah sampahmu sampai kamu menemukan tempat dan bisa membuangnya di tempat yang semestinya.

Nah, itulah 10 tipe wisatawan yang ada berdasarkan pengamatanku. Hayo, coba jujur pada diri sendiri. Selama ini kamu merasakan yang kusebutkan tadi nggak? Jadi, kamu tipe wisatawan yang mana nih?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here